Fitnah! Mengapa ketakutan dengan Aturan Allah?
Fitnah! Mengapa ketakutan dengan Aturan Allah?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Jika aturan Allah diterapkan, nonmuslim akan dipaksa pindah agama?
Fitnah! Apakah pernah ketika syariat Islam
diterapkan sejak jaman Rasul sampai Muhammad Al Fatih, nonmuslim dipaksa pindah agama?
Jika syariat Islam diterapkan, nonmuslim akan dipaksa berjilbab dan sholat?
Fitnah! Pernah ke Aceh kan? Apakah pernah ada pemaksaan orang kristen di sana memakai kerudung? Yang muslim yang harus pake kerudung.
Tapi, kenapa untuk orang muslim ibadah pake dipaksa? Jadi muslim itu juga tidak dipaksa. Meski asalnya warisan, manusia kan punya kehendak bebas, bisa memilih mempertahankan warisannya; bisa tidak.
Kalian jadi warga NKRI, bayar pajak itu dipaksa tidak? Taat lalu lintas itu dipaksa tidak? Kalian mungkin akan ngaku "lah itu kesadaran saya!" Saya mau tanya kalau melanggar dan ketahuan ditindak tidak? Dapat konsekuensi tidak? Itu kan namanya dipaksa. "Ngapa-ngapain sih negara maksa-maksa saya?"
Jadi jika tidak mau menerapkan syariat ya jangan ngaku muslim. Gak maksa kok jadi muslim. Tapi kalau ngaku muslim ya harus ada buktinya. "Ngapain sih agama maksa-maksa saya?"
Jika menerapkan syariat, apa sih ruginya bagi muslim? Sebutkan 1 saja syariat Allah dan Rasul-Nya merugikan? Ada? Niscaya Anda akan kesulitan.
Poligami? Itu bukan wajib, bukan sunnah, hukumnya "boleh" itupun dengan syarat. Gak suka? Ya jangan diambil.
Zakat? Siapa yang gak senang berbagi?
Haji? Jalan-jalan ke Hongkong, Jepang, apa bedanya? kan keluar biaya juga, ini journey yang justru penuh petualangan.
Shaum? Latihan pengendalian diri, biar gaya hidup gak lebay.
Sholat? Siapa yang gak suka disuruh jeda beraktivitas? Disuruh rehat menenangkan diri
Apakah jika tidak menerapkan aturan lalu setelah itu menerapkan kebebasan otomatis menghasilkan kebahagiaan?
Lihatlah kebebasan yang selama ini dipuja-puja di negeri yang sudah menerapkannya? Pembunuhan, kriminalitas, perceraian, penyakit kelamin, ketidakamanan, kekacauan. Lihatlah negeri ini setelah "bebas" lepas liar sejak reformasi?
Apakah negeri demokratis otomatis menghasilkan kesejahteraan kebaikan dan kedamaian untuk rakyatnya?
”Tidak ada keraguan bahwa Indonesia sekarang negara paling demokratis di Asia Tenggara, dan ini adalah sesuatu yang tak seorang pun akan memperkirakan pada tahun 1998," kata Marcus Mietzner, pengamat Indonesia di Universitas Nasional Australia. (Sindonews 4 Sept 2014)
Tapi siapa negara yang paling makmur di Asia Tenggara? Apakah Indonesia? Bukan! Singapura dan Brunei Darussalam adalah 2 negara, bahkan bukan hanya di Asia tapi di Dunia, termasuk negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.
Apakah 2 negara itu paling demokratis? Apakah disana mereka memiliki kebebasan sebebas di Indonesia di ruang-ruang publik? Pikir sendiri.
Indonesia justru seringkali menjadi salah satu negara yang indeks korupsinya masih tinggi. Peringkat global: 90 dari 176 negara
(http://m.liputan6.com/bisnis/read/2836949/daftar-negara-paling-korup-se-asia-pasifik-ri-nomor-berapa)
Celakanya, ketika ngomong negara korup para penulis diluar sono ini dengan gembira menambahkan embel-embel "negara dengan populasi muslim terbesar di dunia". Padahal jelas-jelas bukan aturan Islan yang dipakai tapi menyalahkan "kemusliman" orang-orangnya. Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Komentar
Posting Komentar